Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat Tahun 2011

Pemilihan Duta Bahasa Se-Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 ini terbuka bagi warga Negara Indonesia yg berusia 18-25 tahun di seluruh wilayah Jawa Barat.

Contact Us

Untuk info lebih lanjut hubungi Balai Bahasa Bandung di (022)4205468.

Farida Rendrayani

Mahasiswi Fakultas Farmasi UNPAD ini adalah Juara 1 Duta Bahasa Jawa Barat 2009 dan juga Juara 2 Duta Bahasa Tingkat Nasional.

Trisa Triandesa

Bersama dengan Farida Rendrayani, Juara 2 Duta Bahasa Jawa Barat 2009 ini meraih Juara 2 Duta Bahasa Tingkat Nasional.

Rabu, 07 November 2012

40 Besar Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2012

1. Nyimas Siti Intan Sekarningrum     
2. Herna Fahriyah                             
3. Zahra Amalia Husna                    
4. Sara Shafira                                          
5. Nufus Alima Nurfaujiah                
6. Winona Anjani                              
7.Siti Nuraliyah                                 
8. Amadea Farras                             
9. Gheya Madinatu Sjayida               
10. Juwita                                         
11. Azkiah Khodimatul Haque
12. Nabilah Nur Mahdiyya
13. Asya Apriliyanti D.P
14. Shafira Yasmin Nandini
15. Najla Anthea Paramitha
16. Elisa Destanie
17.Hana Kartika Pahlevi
18. Nurin Amalia
19. Iis Siti Sholihah
20. Anggia Magnalita Octaviani
21. Putri Talitha Wasantri
22. Hana Afifah
23. Eva Febrina Susanti
24. Muhammad Haikal Azhari
25. M. Rynaldi Faisal A.K
26. Shafaat Muhammad Marwa
27. Mochamad Fhiki Depriada
28. Arif Budiman
29. Muhammad Abnamanu Andrian
30. Yonas Ario Hutomo
31. Cecep Hermawan
32. Abdul Ghani Aziiz
33. Asep Ruslan
34. Muhammad Risqi Fathin F.M
35. Muhammad Alif Hafizh
36. Mohammad Ilham Abdurrahman
37. Asep Abdul Aziz

38. M.Satria Muda Pratama Hidayat 
39. Megantara Wildan Triyana
40. Iqbal Ibnu Faizal

Jumat, 31 Agustus 2012

DUTA BAHASA PELAJAR JAWA BARAT TAHUN 2012



Telah dibuka pendaftaran Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat

"Jadilah Ikon Pemuda Jawa Barat Peduli Bahasa"

Persyaratan :
1. Pelajar tingkat sekolah menegath atas yang berusia antara 15 - 17 tahun, siswa merupakan pelajar yang bersekolah di Provinsi Jawa Barat dibuktikan dengan kartu pelajar.

2. Peserta belum menikah.

3. Peserta berkepribadian baik dan berpenampilan menarik.

4. Peserta mampu berbahasa Indonesia, bahasa daerah dan berbahasa asing secara lisan di depan umum.

5. Foto Close-up terbaru ukuran 3R.

6. Peserta bersedia melalui tahapan-tahapan seleksi.

7. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 75.000.






Batas akhir pendaftaran sampai tanggal 20 Oktober 2012

Contact Person.
Ibu Ade Mulyanah 081 321 375 836
Meta 085 722 619 817
Wina 082 126 845 768

Formulir pendaftaran kirim ke pos-el dutabahasajawabarat@gmail.com
Untuk uang pendaftaran registrasi  dapat di transfer melalui rekening BRI no 0405-01-001742-50-6 a.n. Annastasya Maryana bukti pembayaran harap dilampirkan dalam pos-el.

Formulir bisa di unduh pada alamat : http://www.filefactory.com/file/rnlt6cfjji7/n/formulir.jpg"

Jumat, 17 Agustus 2012

Quo Vadis Bahasa Indonesia dan Nasionalisme

Hari ini, 17 Agustus 2012. 67 tahun yang lalu tepat pukul 10.00 pagi proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dikumandangkan dengan lugas oleh ayah kita, bapak proklamator Republik Indonesia, Ir.Soekarno. Tiba-tiba melintas dalam pikiranku isi modul sejarah kelas 2 SMA yang tahun lalu kubaca, mulai dari peristiwa rengasdengklok, perdebatan antara golongan tua dan golongan muda tentang hari proklamasi, sampai akhirnya proklamasi kemerdekaan itu dikumandangkan. Tidak, aku tidak akan menceritakan isi modul sejarah itu. Yang akan aku bahas dalam tulisanku kali ini adalah mengenai nasionalisme bangsa kita, rasa cinta bangsa kita terhadap negerinya. Fokusku dalam tulisan ini adalah hubungan antara penggunaan bahasa Indonesia dan nasionalisme.

Pukul 10.00 pagi ini dengan pukul 10.00 pagi 67 tahun yang lalu tentu saja berbeda. Pagi tadi aku tidak melihat jajaran tentara Jepang yang sedang bersiaga mengawasi takut-takut terjadi penyerangan, sungguh aku tidak melihat para penjajah itu dengan senjata dan mata sipit mereka. Sekarang sudah tahun 2012, bukan tahun 1945. Memang kita tidak melihat para penjajah itu secara fisik menguasai negeri kita. Namun, sesuatu yang tidak semua orang menyadarinya, penjajahan itu masih ada! Dengan mudah aku menemukan berbagai bentuk penjajahan di kota tempat tinggalku sendiri. Jika kau ingin melihat seberapa menakutkan mereka, coba jalan-jalan di wilayah Dago, Cihampelas, Riau, ataupun Setiabudhi. Ya, wilayah-wilayah tersebut adalah wilayah paling terkenal di Kota Bandung. Di sana kita bisa melihat dengan jelas bentuk paling sederhana dari penjajahan ‘halus’ itu.

Ketika melewati daerah tersebut, rasanya bukan seperti di Bandung. Ya, seperti sedang berada di luar negeri! Semua gedung, pusat perbelanjaan, hotel, dan restoran ditulis dalam bahasa asing, bahkan petunjuk seperti masuk atau keluar pun menggunakan bahasa asing, enter dan exit. Sejelas inikah negeri kita sedang ‘dikuasai’ bangsa asing? Atau sudah lunturkah kecintaan bangsa Indonesia akan bahasa persatuannya, bahasa Indonesia? Aku tahu, memang sejak masa orde baru untuk berinvestasi di Indonesia itu sangat mudah bagi para investor asing, aku juga tahu banyak sekali anggapan kalau menggunakan bahasa Indonesia untuk nama tempat komersil seperti itu sangat tidak berkelas, bahkan tidak menarik! Ada juga yang beranggapan penggunaan bahasa asing ini untuk memudahkan turis mancanegara. Ini yang paling membuatku mengerutkan dahi, para turis itu berkunjung ke Indonesia, berarti dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Apakah bangsa kita selemah itu sehingga harus mengalah dan beradaptasi dengan kedatangan mereka? Bukankah seharusnya mereka yang beradaptasi dengan kita? Jadi siapa tamu dan siapa tuan rumah? Lagipula mereka datang ke negara kita untuk melihat sesuatu yang berbeda dari apa yang telah ada di negara mereka.

Sepertinya lagi-lagi bangsa kita harus belajar dari Jepang. Ketika mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang, aku dan seluruh peserta lainnya mau tidak mau harus menguasai beberapa percakapan dasar dalam bahasa Jepang, oleh karena itu panitia membekali kami dengan sebuah buku saku berisi beberapa percakapan dasar berbahasa jepang berikut dengan artinya dalam bahasa Indonesia. Hal itu dilakukan salah satunya karena kita sebagai tamu yang harus beradaptasi di negara mereka. Negara Jepang adalah negara maju yang sama sekali tidak menutup diri terhadap arus globalisasi. Namun, mereka juga tidak serta merta ‘melepas’ pakaiannya. Buktinya mereka sering menerjemahkan banyak buku asing ke dalam bahasa Jepang.


Aku sama sekali tidak menutup diri terhadap bahasa asing, bagaimanapun juga setiap hari aku belajar mata pelajaran tertentu dari modul berbahasa asing, aku juga membaca beberapa novel berbahasa asing. Namun, alangkah baiknya jika kita tetap menjaga jati diri kita sebagai bangsa Indonesia, dengan mencintai salah satu karakter kita yang membedakan kita dengan bangsa lain, yaitu bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia. Karena bahasa daerah itu pasti, bahasa Indonesia itu wajib, bahasa asing itu perlu. Lalu apa hubungannya antara nasionalisme dan penggunaan bahasa Indonesia? Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar berarti turut mencintai salah satu identitas bangsa Indonesia, yang berarti juga turut mencintai negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rahadian Muslim, SMAN 5 Bandung
Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2011


Rabu, 06 Juni 2012

PENGUMUMAN 30 BESAR FINALIS DUTA BAHASA JAWA BARAT TAHUN 2012



Annessia Cassandra
Devina Christania
Dian Oktaviani
Dientha Yuniar
Dika Abriyan
Gilang Purnama Muharam
Gina Mardiana
Inten Puji Rianti
Laura Erika Rozalia Florencia
Letda.Lek. Arief Kurnia Miharja
Malasari
Mochamad Wahyu Hidayat
Nadia Keti Dwiguna
Nuri Novianti Afidah
Nursupriatna
Nurul Ainul Fathimah
Raden Anggoro Putro Wibowo
Restu Nurul Aeni
Reza Andhika Mardiana
Rian Antono
Rici Solihin
Ricki Achmad Suryana,S.Pd
Rizqy Sopiyan
Shadza Mulya
Shanti Fitriani Subagio Putri
Tantra Afianto
Tristi Larasati
Visarah Novicca Afridiani
Yayat Nurhayati
Yudha Wijaya Romadhona Yuki
Yusup Jamaludin
Seluruh finalis diharapkan hadir tepat pukul 07.30 di Hotel Carccadin Jl. Kebon Jati No, 71 - 75, dengan pakaian batik dan celana bahan (bagi peserta pria) dan rok (bagi peserta wanita). Peserta juga diharapkan membawa tim pendukung (supporter). 
Pada penjurian semifinal, para semifinalis akan diberikan pertanyaan secara spontan dan terbuka oleh juri menggunakan tiga bahasa. Sedangkan pada babak final, finalis akan memilih dan menjawab pertanyaan yang telah disediakan.

Hasil penjurian bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Rabu, 18 April 2012

Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat Tahun 2012

  1. Berusia 18-25 tahun
  2. Pendidikan minimal SLTA
  3. Memiliki kemampuan berbahasa Daerah, Bahasa Indonesia dan menguasai salah stau Bahasa Asing
  4. Mempunyai pengetahuan mengenai Jawa Barat
  5. Berpenampilan Menarik
  6. Menyerahkan fotokopi KTP dan 1 lembar foto ukuran kartu pos
  7. Menulis essai dengan tema tentang kebahasaan sebanyak 3 lembar (Times New Roman, font 12, spasi 2)
  8. Pendaftaran mulai tanggal 1 April -23 Mei 2012 di Balai bahasa Bandung Jl. Sumbawa no 11 Kota Bandung 022 4205468
Narahubung :
Ade Mulyanah : 081 321 375 836
Annastasya : 081394207555
Gempa Nugraha : 085 720 864 699
@dutabahasajabar

Yesi Haerunisa / Juara 1 Duta Bahasa Jawa Barat 2011

Yesi Haerunisa adalah juara 1 Duta Bahasa Jawa Barat 2011, bersama dengan Pradipta Dirgantara berhasil menjadikan Jawa Barat sebagai juara 2 di pemilihan Duta Bahasa Nasional. Selain itu mojang asal garut ini merupakan Finalis Duta Batik Jawa Barat Tahun 2011.

Pradipta Dirgantara / Juara 1 Duta Bahasa Jawa Barat 2011

Dia adalah Juara 1 Duta Bahasa Jawa Barat 2011, di tahun yang sama beliau membawa Jawa Barat menjadi Juara 2 di pemilihan Duta Bahasa Nasional.Selain itu, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran ini juga merupakan Duta Batik Jawa Barat, Jajaka Kota Cimahi dan Juga sebagai Jajaka Jawa Barat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites